"Filosofi orang kaya dan miskin adalah bahwa orang kaya menginvestasikan uang dan menghabiskan sisanya, sementara orang miskin akan menghabiskan uang dan menginvestasikan sisanya." — Robert T. Kiyosaki. Ini menekankan perbedaan mendasar dalam pola pikir keuangan antara orang kaya dan miskin.
"Pensiun bisa menjadi hadiah bagi mereka yang rajin menabung dan berinvestasi dengan bijaksana, atau hukuman bagi mereka yang tidak melakukannya!" —. Ini menyoroti konsekuensi dari perencanaan keuangan yang baik dan buruk.
"Jangan menabung apa yang tersisa, tapi habiskan apa yang tersisa setelah menabungnya." — Warren Buffett. Kutipan ini mengajarkan untuk memprioritaskan tabungan sebelum pengeluaran.
"Pensiun itu indah jika Anda memiliki dua hal penting: banyak hal untuk dijalani dan banyak hal yang dapat dinikmati."
"Kemerdekaan finansial lebih sedikit hubungannya dengan finansial dan lebih banyak hubungannya dengan kemerdekaan itu sendiri."
"Jadikan masa pensiun sebagai masa yang paling menakjubkan. Isi dengan kegiatan, jalani dengan senyuman, tanpa beban, tanpa kegelisahan."
“Jangan menabung apa yang tersisa, tapi habiskan apa yang tersisa setelah menabungnya.” — Warren Buffett. Kutipan ini mengajarkan untuk memprioritaskan tabungan sebelum pengeluaran.
“Filosofi orang kaya dan miskin adalah bahwa orang kaya menginvestasikan uang dan menghabiskan sisanya, sementara orang miskin akan menghabiskan uang dan menginvestasikan sisanya.” — Robert T. Kiyosaki. Ini menekankan perbedaan mendasar dalam pola pikir keuangan antara orang kaya dan miskin.
Jakarta – Kepesertaan masyarakat Indonesia terhadap program dana pensiun masih tergolong rendah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah peserta program dana pensiun bahkan belum mencapai setengah dari total angkatan kerja nasional. Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu, Ihda Muktiyanto, mengungkapkan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program dana pensiun di Indonesia. Dari total sekitar 144 juta angkatan kerja, baru sekitar 23,6 juta pekerja yang tercatat sebagai peserta program pensiun wajib.
“Dari sekitar 144 juta angkatan kerja di Indonesia, baru sekitar 23,6 juta yang tercatat sebagai peserta program pensiun wajib. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas pekerja kita, khususnya di sektor informal dan UMKM, masih menghadapi risiko cukup besar ketika memasuki masa pensiun karena tidak terlindungi oleh jaminan pensiun yang memadai,” ungkap Ihda dalam sambutannya di acara Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) di Hotel Tentrem, Tangerang, Kamis (23/10/2025)